Oleh: ipaku | Juli 1, 2010

Pendidikan dalam dinamika perubahan

Kalender pendidikan 2009/2010 telah berakhir, tanda-tanda keberakhirannya dimulai dengan hiruk pikuk antara pro-kontra Ujian Nasional yang selalu berulang setiap tahunnya. Diikuti kemudian dengan kernyitan dahi adik-adik kelasnya dalam menghadapi Ulangan Kenaikan kelas, menjadi tanda yang jelas bagi berakhirnya masa pelajaran tahun 2009/2010. Semua berjalan seperti rutinitas yang dijalani dalam dunia pendidikan. Tanda-tanda perubahan arah pendidikan sepertinya masih jauh panggang dari api. memang berbagai kebijakan dilahirkan oleh pemerintah dari Peraturan pemerintah sampai peraturan menteri pendidikan nasional, yang sepertinya membawa arah pada perubahan pendidikan. Namun semangat perubahan ternyata gagal terejawantahkan dalam kenyataan di lapangan. KTSP yang seyogyanya menjadi ruh pendidikan dari balik pintu-pintu kelas, ternyata masih belum terlaksana secara penuh di sekolah. Sekolah kembali disandra oleh kebijakan Pemerintah sendiri dari mulai ujian nasional sampai kebijakan yang dilahirkan oleh pemda dengan aturan dan kebijakan yang cenderung mengkerdilkan makna desentralisasi terlebih-lebih bagi sekolah yang bersatus “negeri”. Memang betul semua bantuan pemerintah langsung mengalir ke rekening sekolah, namun dengan adanya pembatasan penggunaan anggaran yang semangatnya untuk mengawal supaya tidak diselewengkan, pada akhirnya mematikan kreatifitas Kepala sekolah dalam menghidupi kebutuhan anggaran sesuai kebutuhan rumahtangga sekolah. Hematnya menurut saya pemerintah tidak terlalu mencampuri hal-hal tekhnis, asalkan penggunaan anggarannya akuntabel dan sesuai kebutuhan.

Belum lagi permasalahan sertifikasi, yang targetnya 2010 selesai, sampai sekarang masih belum terlihat kapan hal ini selesai. Memang pemberian seritifikasi belum bisa dikatakan berhasil mengerek profesionalitas guru ke tingkat yang lebih tinggi lagi, namun sedikitnya bisa memberikan motivasi buat guru untuk meningkatkan kemampuan baik dalam bidang akademik maupun tekhnologi, dengan demikian profesionalisme guru secara signifikan bisa ditingkatkan. Ketika pemerintah dan stakeholder pendidikan sudah seiring sejalan dalam melihat kebijakan ini. Dan mampu melihat permsalahan pendidikan secara menyeluruh, maka tidak mustahil bahwa agenda pendidikan bukan hanya sekedar rutinitas tiap tahun yang selalu sarat dengan maslah yang sama namun juga bergerak pada sutau hal yang lebih baik. Dengan demikian tujuan pembukaan UUD 1945 akan tercapai. Amin


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.