Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang
menghayati dan menjalani fungsi-fungsipsikologisnya. Peneliti psycho-
logical well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya
sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah
mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif
terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak
mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Agama
Cara Berbahagia
Maafkan salahku, Ibu….
Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang
kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat
balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi
negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa
keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman
pribadi yang terjadi pada 2003.
Lanjutan bahagia…..
dah lama gak posting nih…maklum pikiran ini kadang masih mblep-mblep dalam menulis.
Akan saya lanjutkan obrolan mengenai bahagia.
Para filsuf dan ahli agama membagi bahagia dalam dua kelompok besar, yakni apa yang disebut “bahagia sementara” dan bahagia hakikat. Bahagia sementara ditempatkan sebagai bahagia yang bersifat lahiriah. Sedang bahagia hakikat lebih mendalam yang tersimpan dan melekat di sanubari. Bahagia tidak memiliki ujung, karena bertahan dalam kesementaraan waktu dan tempat. dimensi kebahagiaan ini akan hilang manakala telah mencapai titik jenuh. seorang yang haus ketika dalam perjalanan akan menemukan kebahagiaan ketika mendapati seteguk air, dan mulai merasakan turunnya perasaan bahagia manakala hausnya sudah hilang. Baca entri selengkapnya »
Bahagia…sesungguhnya apa?
Ketika orang ditanya dalam hidup ini apa yang sebenarnya kamu cari? jawaban yang sering keluar adalah “bahagia“. kata yang singkat namun teramat dalam makna yang terungkapkan. Mulailah pencarian akan makna dari bahagia yang sesungguhnya. ketika pertanyaan itu ditanyakan pada orang yang dalam kesusaha/kekurangan uang maka jawaban dari definisi bahagia adalah memiliki banyak uang. karena dengan banyak uang maka dapat digunakan untuk membayar hutang-hutangnya dan dapat memenuhi kebutuhannya. namun jawaban berbeda diperoleh ketika pertanyaan hakikat bahagia diberikan kepada orang yang sedang sakit. jawaban mereka mengenai bahagia adalah ketika mereka terlepas dari sakitnya. pun ketika ditanyakan kepada seribu orang maka jawaban mengenai hakikat bahagia juga berbeda-beda.
lalu sebenarnya bahagia itu apa? Mungkinkah bahagia hanya sekedar reaksi kimia, ataukah bahagia sebagai sesuatu berada di luar diri manusia. dapatkah kita menguasai kebahagiaan…insyaAllah nanti disambung lagi.
Dirikanlah Sholat
hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat (Al-Baqarah:153)
Jika kita dalam keadaan sedih atau juga kita dalam keadaan menerima cobaan dari Allah SWT, maka cepat-cepatlah ambil air wudlu dan dirikan sholat. karena banayk para muslimin yang menjadi mujahid lebih karena dilandasi oleh sholat dan sabar. keberhasilan dan kegagalan ketika dihadapi dengan sabar dan sholat akan menghasilkan nikmat yang tiada terkira.
Mengapa Perlu BerTasawuf dan Memiliki Mursid/Guru
Assalamu ‘alaikum wr wb
Bismillah hirRohman nirRohim
Tasawuf pada masa Rasulullah saw, adalah realita tanpa
nama, tasawuf saat ini, adalah nama tanpa realita,
kecuali hanya sedikit yang menjalankan realitanya
dalam bimbingan Mursyid Hakiki. Tasawuf bukan membaca
buku2 Tasawuf dan mengkaji dari berbagai teori tasawuf
seperti Ibnu Arabi, Syadzili, Qodiri, Mevlevi Rumi
seperti banyak kajian tasawuf diberbagai Masjid saat
ini. Itu hanya baru mempelajari mengenal tasawuf bukan
bertasawuf. Sangat berbeda jauh antara bertasawuf dan
mempelajari buku atau hadir dalam ceramah tasawuf
jauh, dampak dan pemahamannya bagai setetes air
dibanding samudera. Baca entri selengkapnya »