<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ipaku's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ipaku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ipaku.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Jun 2011 07:09:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ipaku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ipaku's Weblog</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ipaku.wordpress.com/osd.xml" title="Ipaku&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ipaku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENGUMUMAN CAP 3 JARI SKHU DAN IJAZAH</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2011/06/20/pengumuman-cap-3-jari-skhu-dan-ijazah/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2011/06/20/pengumuman-cap-3-jari-skhu-dan-ijazah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 07:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuamn]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Untuk siswa kelas IX diharapkan hadir di sekolah untuk Cap 3 jari pada: Hari/tanggal : Kamis, 23 Juni 2011 Waktu : Pkl. 08.00 &#8211; Selesai Acara : Cap 3 jari Tempat : Ruang Kelas Masing-masing Catatan : Seragam sekolah lengkap, yang tidak memakai seragam tidak dilayani.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=54&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk siswa kelas IX diharapkan hadir di sekolah untuk Cap 3 jari pada:<br />
Hari/tanggal : Kamis, 23 Juni 2011<br />
Waktu          : Pkl. 08.00 &#8211; Selesai<br />
Acara           : Cap 3 jari<br />
Tempat         : Ruang Kelas Masing-masing<br />
Catatan        : Seragam sekolah lengkap, yang tidak memakai seragam tidak dilayani.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=54&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2011/06/20/pengumuman-cap-3-jari-skhu-dan-ijazah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan dalam dinamika perubahan</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2010/07/01/pendidikan-dalam-dinamika-perubahan/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2010/07/01/pendidikan-dalam-dinamika-perubahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 05:28:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Kalender pendidikan 2009/2010 telah berakhir, tanda-tanda keberakhirannya dimulai dengan hiruk pikuk antara pro-kontra Ujian Nasional yang selalu berulang setiap tahunnya. Diikuti kemudian dengan kernyitan dahi adik-adik kelasnya dalam menghadapi Ulangan Kenaikan kelas, menjadi tanda yang jelas bagi berakhirnya masa pelajaran tahun 2009/2010. Semua berjalan seperti rutinitas yang dijalani dalam dunia pendidikan. Tanda-tanda perubahan arah pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=56&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalender pendidikan 2009/2010 telah berakhir, tanda-tanda keberakhirannya dimulai dengan hiruk pikuk antara pro-kontra Ujian Nasional yang selalu berulang setiap tahunnya. Diikuti kemudian dengan kernyitan dahi adik-adik kelasnya dalam menghadapi Ulangan Kenaikan kelas, menjadi tanda yang jelas bagi berakhirnya masa pelajaran tahun 2009/2010. Semua berjalan seperti rutinitas yang dijalani dalam dunia pendidikan. Tanda-tanda perubahan arah pendidikan sepertinya masih jauh panggang dari api. memang berbagai kebijakan dilahirkan oleh pemerintah dari Peraturan pemerintah sampai peraturan menteri pendidikan nasional, yang sepertinya membawa arah pada perubahan pendidikan. Namun semangat perubahan ternyata gagal terejawantahkan dalam kenyataan di lapangan. KTSP yang seyogyanya menjadi ruh pendidikan dari balik pintu-pintu kelas, ternyata masih belum terlaksana secara penuh di sekolah. Sekolah kembali disandra oleh kebijakan Pemerintah sendiri dari mulai ujian nasional sampai kebijakan yang dilahirkan oleh pemda dengan aturan dan kebijakan yang cenderung mengkerdilkan makna desentralisasi terlebih-lebih bagi sekolah yang bersatus &#8220;negeri&#8221;. Memang betul semua bantuan pemerintah langsung mengalir ke rekening sekolah, namun dengan adanya pembatasan penggunaan anggaran yang semangatnya untuk mengawal supaya tidak diselewengkan, pada akhirnya mematikan kreatifitas Kepala sekolah dalam menghidupi kebutuhan anggaran sesuai kebutuhan rumahtangga sekolah. Hematnya menurut saya pemerintah tidak terlalu mencampuri hal-hal tekhnis, asalkan penggunaan anggarannya akuntabel dan sesuai kebutuhan.</p>
<p>Belum lagi permasalahan sertifikasi, yang targetnya 2010 selesai, sampai sekarang masih belum terlihat kapan hal ini selesai. Memang pemberian seritifikasi belum bisa dikatakan berhasil mengerek profesionalitas guru ke tingkat yang lebih tinggi lagi, namun sedikitnya bisa memberikan motivasi buat guru untuk meningkatkan kemampuan baik dalam bidang akademik maupun tekhnologi, dengan demikian profesionalisme guru secara signifikan bisa ditingkatkan. Ketika pemerintah dan stakeholder pendidikan sudah seiring sejalan dalam melihat kebijakan ini. Dan mampu melihat permsalahan pendidikan secara menyeluruh, maka tidak mustahil bahwa agenda pendidikan bukan hanya sekedar rutinitas tiap tahun yang selalu sarat dengan maslah yang sama namun juga bergerak pada sutau hal yang lebih baik. Dengan demikian tujuan pembukaan UUD 1945 akan tercapai. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=56&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2010/07/01/pendidikan-dalam-dinamika-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyelami pemilu 2009</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/30/menyelami-pemilu-2009/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/30/menyelami-pemilu-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 04:27:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini pasti seantero Indonesia digoyang oleh frase-frase yang menggelitik mengenai pemerintah. Misalnya saja yang diungkapkan dengan frase &#8220;main Yoyo&#8221;, ungkapan yang keluar dari Megawati ketika mengkritik kebijakan pemerintah. Setelah sebelumnya Megawati memperkenalkan istilah &#8220;tebar pesona&#8221;, sekarang giliran Mega menganalogikan dengan main Yoyo untuk kebijakan pemerintah SBY-JK. Sebenarnya seberapa efektifkah &#8220;frase&#8221; ungkapan atau kata dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=51&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini pasti seantero Indonesia digoyang oleh frase-frase yang menggelitik mengenai pemerintah. Misalnya saja yang diungkapkan dengan frase &#8220;main Yoyo&#8221;, ungkapan yang keluar dari Megawati ketika mengkritik kebijakan pemerintah. Setelah sebelumnya Megawati memperkenalkan istilah &#8220;tebar pesona&#8221;, sekarang giliran Mega menganalogikan dengan main Yoyo untuk kebijakan pemerintah SBY-JK.</p>
<p>Sebenarnya seberapa efektifkah &#8220;frase&#8221; ungkapan atau kata dalam menarik simpati terhadap suatu figur calon presiden. Kata-kata yang dilontarkan eleh Mega akan menjadi efektif manakala Mega mengungkapkannya bukan dalam suatu &#8220;ceramah&#8221; melainkan dialog yang sarat dengan data dan juga langsung berhadapan dengan lawan politiknya. Saya membayangkan seperti debatnya Obama pada pemilihan presiden AS yang lalu. Meski saling serang, namun yang terpenting adalah bagaimana argumen-argumen ataupun ungkapan yang dilontarkan ditambahkan dengan data yang akurat, sehingga publik bisa memberikan penilaian atas kesahihan dari argumen itu.</p>
<p>Memang siapapun dapat membaca bahwa penurunan Harga Minyak terjadi bukan karena Prestasi pemerintah SBY. Sebab sebenarnya pemerintah SBY tidak berdaya terhadap pasar minyak dunia yang terus merosot, yang mau tidak mau harga Minyak dalam Negeri harus turun. Hal ini sama dengan tidak berdayanya SBY mankala menaikan harga Minyak, ketika Minyak dunia Meroket. Namun tidak jaminan juga jika presiden Megawati yang memerintah tidak akan melakukan hal yang serupa jika menghadapi kejadian yang sama.</p>
<p>Untuk itu kita harus cerdas menilai Calon Presiden yang layak untuk dipilih pada masa yang akan datang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=51&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/30/menyelami-pemilu-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa Rokok dan Kepatuhan Umat Islam</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/29/fatwa-rokok-dan-kepatuhan-umat-islam/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/29/fatwa-rokok-dan-kepatuhan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 03:55:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Saya memang belum membaca persis hasil dari sidang Komisi Fatwa di Padang yang memutuskan Fatwa Haram terhadap perokok yang dikhusukan buat Ibu Hamil, Anak-Anak dan Merorok ditempat umum. Sebenarnya saya tidak terlalu heran dengan fatwa ini, karena dari sebelum isu fatwa haram ini bergulir, telah terjadi dua kubu yang berbeda pendapat. NU secara mayoritas masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=46&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memang belum membaca persis hasil dari sidang Komisi Fatwa di Padang yang memutuskan Fatwa Haram terhadap perokok yang dikhusukan buat Ibu Hamil, Anak-Anak dan Merorok ditempat umum. Sebenarnya saya tidak terlalu heran dengan fatwa ini, karena dari sebelum isu fatwa haram ini bergulir, telah terjadi dua kubu yang berbeda pendapat. NU secara mayoritas masih berpandangan bahwa merokok masih dalam kategori Makruh, sedangkan kebanyakan ulama modernis berpandangan sebaliknya.</p>
<p>Untuk memutuskan haram/makruhy setidaknya ilma ulama harus bersandarkan pada aspek-aspek penting, misalnya sosial, budaya maupun ekonomi. Ketika Ulama dalam MUI hanya berpijak pada aspek legalitas semata, maka akan berdampak pada pembangkangan masyarakat terhadap fatwa MUI. Misalnya seperti yang terjadi akhir-akhir ini, banyak masyarakat yang menolak terhadap fatwa ini.</p>
<p>Memang secara legalitas hukum &#8220;sesuatu yang membahayakanterhadap diri maupun orang lain&#8221; adalah sesuatu yang dilarang oleh agama. Namun membahayakannya rokok tidak seperti membahayakannya Khamr, yang jelas membuat orang lupa diri, tidak sadar dan lain sebagainya. Sehingga putusan ijma ulama atas bahaya rokok dengan mengambil perumpamaan terhadap khamr jelas tidak sepenuhnya diterima.</p>
<p>Karena putusan Haram Rokok, jelas memberikan aspek ekonomi yang sangat besar. Misalnya saja, bagaimana tenaga kerja yang bekerja disektor petani tembakau, karyawan pabrik rokok, pedagang rokok serta pengusaha percetakan pembukus rokok jelas terkena dampak ini. Belum bagaimana pemerintah terkena imbas menurunya penerimaan cukai tembakau.</p>
<p>Jalan yang harus ditempuh adalah tidak hanya melarang, namun juga memberikan elternatif kegiatan ekonomi bagi masyrakat yang selama ini diuntungkan dengan adanya usaha perokokan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=46&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/29/fatwa-rokok-dan-kepatuhan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan dan Target Ujian Nasional 5,5</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/23/pendidikan-dan-target-ujian-nasional-55/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/23/pendidikan-dan-target-ujian-nasional-55/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 04:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Meskipun tantangan yang disodorkan pemerintah telah menjadi kejadian rutin tiap tahun, namun tetap saja masih memberikan efek manakutkan bagi kalangan pendidik. Target kuantitatif dengan nilai yang terus meningkat memberikan dorongan sekaligus kekhawatiran bagi pendidik, orang tua dan siswa itu sendiri. Memang kekhawatiran akan nilai Ujian Nasional telah membawa kreatifitas tersendiri baik bagi sekolah, orangtua maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=44&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Meskipun tantangan yang disodorkan pemerintah telah menjadi kejadian rutin tiap tahun, namun tetap saja masih memberikan efek manakutkan bagi kalangan pendidik. Target kuantitatif dengan nilai yang terus meningkat memberikan dorongan sekaligus kekhawatiran bagi pendidik, orang tua dan siswa itu sendiri. Memang kekhawatiran akan nilai Ujian Nasional telah membawa kreatifitas tersendiri baik bagi sekolah, orangtua maupun siswa. Sekolah dengan tergopoh-gopoh memberikan pembelajaran tambahan untuk mereview materi ujian dari kelas pertama. Orang tua dengan sedikit terpaksa dan dipaksakan ramai-ramai mendaftarkan siswanya ke Bimbingan Belajar. Siswa dibuat sibuk dengan berbagai tambahan kegiatan yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan prestasi/kemampuan mencerap ilmu. Semua dibikin sibuk untuk persiapan kegiatan tahunan yang memakan dana trilunan rupiah, tak terkecuali para pengusaha bimbingan belajar yang sibuk menghitung banyaknya uang yang didapat.</p>
<p>Maka pendidikan yang seyogyanya memberikan rasa damai dan persaudaraan menjadi berubah berwajah pasar yang penuh dengan aroma tawar menawar dan kepentingan.  Kesibukan ini mungkin akan menemukan momentum perubahan pada diri siswa manakala siswa mampu menangkap pesan &#8221; Untuk memperoleh sesuatu harus ada kerja keras&#8221;. Namun bagi siswa yang memang memiliki daya juang &#8220;akademik&#8221; rendah, mereka akan pasrah saja ketika fonis ujian nasional menjatuhkan padanya dengan fonis &#8220;mengulang di tahun depan&#8221;. Mereka akan tetap menganggap enteng persoalan, toh mereka masih bisa &#8220;menjual Suara&#8221; dengan mengikuti berbagai ajang adu bakat, seperti yang terlihat di TV akhir-akhir ini.</p>
<p>Ujian hendaknya ditempatkan pada suatu kedudukan yang sebenarnya, kalau memang misalnya untuk daya ukur, maka Ujian tidak dijadikan menjadi patokan keluluisan secara Mutlak. Namun seandainya dijadikan sebagai parameter pendidikan maka ukuran keberhasilan hendaknya tidak dialamatkan semata-mata pada hasil ujian nasional. Hendaknya pemerintah mewujudakan standarisasi yang lebih kompleks dari sekedar angka-angka hasil ujian. Harus ada standarisasi Mutu ajar, bahan ajar, guru, alat, prasarana dan baerbagai komponen yang menujang bagi keberhasilan pendidikan Nasional. Semoga</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=44&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/23/pendidikan-dan-target-ujian-nasional-55/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelantikan Obama dan Perubahan di dunia muslim&#8230;.</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/22/pelantikan-obama-dan-perubahan-di-dunia-muslim/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/22/pelantikan-obama-dan-perubahan-di-dunia-muslim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 03:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Jutaan pasang mata di dunia tertuju pada pelantikan Presiden Amerika yang ke-44, berbagai harapan tergambar jelas pada sinar mata penonton. Harapan atas perubahan Amerika, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan harapan akan perubahan pola hubungan Amerika dengan negara lainnya. Di akui atau tidak, memang posisi Amerika teramat besar bagi perjalanan negara-negara lain di dunia. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=41&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jutaan pasang mata di dunia tertuju pada pelantikan Presiden Amerika yang ke-44, berbagai harapan tergambar jelas pada sinar mata penonton. Harapan atas perubahan Amerika, bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan harapan akan perubahan pola hubungan Amerika dengan negara lainnya. Di akui atau tidak, memang posisi Amerika teramat besar bagi perjalanan negara-negara lain di dunia. Tidak hanya karena Kekuatan ekonomi Amerika&#8211;yang saat ini sedang melemah&#8211;, namun juga kebijakan politiknya yang acapkali lebih hebat dan lebih besar ketimbang PBB.</p>
<p>Namun benarkah dengan dilantiknya presiden Amerika yang berasal dari Afro Amerika itu benar-benar akan membawa perubahan pada model diplomasi luar negeri Amerika&#8211;khususnya pada dunia Islam&#8212;?</p>
<p>Merujuk pada tidak meresponnya Obama terhadap isu Palestina yang luluh lantak oleh serangan Israel, dunia Islam menjadi pesimistis ada perbedaan dalam politik diplomasi Amerika. Bahkan masih terngiang ditelinga Bahwa Obama dengan lantangya Akan Melindungi Israel jika Israel diganggu.</p>
<p>Ketika merujuk pada kejadian akhir-akhir ini yang terjadi di Palestina, mestinya dunia Arab dan negara-negara yang berbasis penduduk Islam harus bersikap. Bahwa Allah tidak Akan merubah Nasib Suatu Kaum kalau Kaum itu tidak merubahnya. Dunia Islam harus berhenti untuk menggantungkan nasibnya pada PBB yang mandul, bahkan harapan atas Amerika yang akan berbuat lebih adil terhadap dunia Islam. Dunia Islamharus besatu padu untuk menghadapi ketidak adilan PBB dan Amerika. Dengan kekuatan Diplomasi dan kesatuan diantara negara-negara yang berbasis penduduk ISlam. Dengan mendirikan PBB yang baru yang lebih adil dan memadnag persamaan derajat. Gimana seytuju gak&#8230;.?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=41&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2009/01/22/pelantikan-obama-dan-perubahan-di-dunia-muslim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Berbahagia</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/23/cara-berbahagia/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/23/cara-berbahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 01:27:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Tidak terkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/2008/01/23/cara-berbahagia/</guid>
		<description><![CDATA[Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang menghayati dan menjalani fungsi-fungsipsikologisnya. Peneliti psycho- logical well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak mudah hanyut oleh pengaruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=34&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang<br />
menghayati dan menjalani fungsi-fungsipsikologisnya. Peneliti psycho-<br />
logical well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang jiwanya<br />
sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau masalah<br />
mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian positif<br />
terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta tidak<br />
mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan<span id="more-34"></span></p>
<p>DAKAH manusia yang tak ingin bahagia? Andaikan pun ada, pasti sangat<br />
sulit ditemukan. Bahkan, ketika menyaksikan sepenggal kisah kehidupan<br />
manusia dalam film yang notabene sengaja dibuat, penonton berharap-<br />
harap pada suatu happy ending, yakni akhir cerita bahagia. Sebagian<br />
orang menganggap kebahagiaan bersifat relatif, sehingga ukuran<br />
bahagia bagi setiap orang berbeda satu sama lain. Kebutuhan uang<br />
mendorong orang bertekun mencari dan memperolehnya. Berbagai cara pun<br />
ditempuh, termasuk korupsi. Setelah memenuhi seluruh kebutuhannya,<br />
dapatkah yang bersangkutan disebut bahagia?</p>
<p>Bayangkanlah suatu keadaan saat Anda tidak dipenuhi berbagai tugas,<br />
kewajiban, dan tanggung jawab. Tidak ada tagihan-tagihan, tidak ada<br />
rencana berlibur atau membeli sesuatu yang cukup mahal, tidak ada<br />
tenggat yang mengejar. Juga tidak ada jadwal rapat yang padat atau<br />
deretan daftar janji, dan sebagainya. Apabila dibandingkan dengan<br />
keadaan ketika semua itu memenuhi keseharian Anda, manakah yang<br />
paling membahagiakan? Wajar jika Anda kesulitan menentukan pilihan.<br />
Sebab bahagia itu relatif dan tidak terukur.</p>
<p>Bahagia dan Puas</p>
<p>Sebelum menemukan cara berbahagia, ada baiknya menyamakan paradigma<br />
bahagia terlebih dahulu. Keadaan bahagia sering kali diasosiasikan<br />
dengan puas. Kendati kedua hal itu memiliki ukuran yang sangat<br />
berbeda. Tak jarang orang menyatakan dirinya berbahagia pada saat ia<br />
merasa puas telah memperoleh apa yang diinginkannya. Bahagia yang<br />
dimaknai sebagai kepuasan memang bersifat relatif. Puas bagi<br />
seseorang belum tentu dapat diukurkan bagi orang lain. Ada yang sudah<br />
puas memiliki sepuluh keping, tapi yang lain belum. Sebaliknya,<br />
bahagia yang sejati justru dapat diterima oleh semua orang. Indikasi<br />
kunci dari perasaan bahagia adalah kesejahteraan psikis<br />
(psychological well-being).</p>
<p>Jiwa yang sejahtera menggambarkan seberapa positif seseorang<br />
menghayati dan menjalani fungsi-fungsi psikologisnya. Peneliti<br />
psychological well-being, Ryff (1995) menyatakan, seseorang yang<br />
jiwanya sejahtera apabila ia tidak sekadar bebas dari tekanan atau<br />
masalah mental yang lain. Lebih dari itu, ia juga memiliki penilaian<br />
positif terhadap dirinya dan mampu bertindak secara otonomi, serta<br />
tidak mudah hanyut oleh pengaruh lingkungan. Tentu saja orang<br />
tersebut memiliki hubungan yang positif dengan orang lain, menyadari<br />
bahwa hidupnya bermakna dan bertujuan. Ia merasakan dirinya tetap<br />
berkembang dan bertumbuh, serta mampu menguasai lingkungannya.</p>
<p>Kebahagiaan seseorang mempengaruhi sekelilingnya secara positif<br />
karena orang yang bahagia memancarkan energi positif. Sedangkan puas<br />
tidak mempunyai makna sedalam itu. Sebab perasaan puas lekas surut,<br />
kemudian muncul kembali tuntutan pemuasan terhadap rasa tidak puas<br />
yang lain. Begitu seterusnya, lingkaran puas-tidak puas itu berputar.<br />
Puas berarti terpenuhinya kebutuhan pada level tertentu, padahal<br />
kebutuhan manusia terus meningkat, sehingga puas tidak pernah benar-<br />
benar tercapai.</p>
<p>Puas berorientasi pada hasil, sedangkan bahagia adalah proses mengisi<br />
hidup secara bermakna. Bahagia mengandung makna kenikmatan tertinggi,<br />
dibandingkan dengan puas yang cenderung berupa kenikmatan temporer<br />
dan fluktuatif. Ambil contoh perilaku makan. Hal biasa yang dilakukan<br />
orang terkait kebutuhan primer. Ketika merasa lapar, orang segera<br />
menyantap makanan yang tersedia dengan lahap, lalu merasa kenyang.<br />
Nikmat dan nyaman sesaat terlepas dari lapar merupakan satu bentuk<br />
kepuasan.</p>
<p>Berbeda ketika pertama-tama orang mensyukuri makanan yang terhidang<br />
di hadapannya. Selanjutnya ia mulai mengunyah perlahan-lahan, sembari<br />
merasakan sensasi dari setiap rasa yang menyentuh rongga mulut,<br />
lidah, tenggorokan, bahkan seolah-olah merasakan perjalanan makanan<br />
di ruang lambung. Kenikmatan menyentuh seluruh indra hingga ke<br />
perasaan, sehingga setiap kali memperoleh makanan, orang ingin<br />
mengulang sensasi tersebut. Cara ini mengubah makna makan lebih dari<br />
sekadar mengisi perut dan merasa kenyang.</p>
<p>Nikmatnya tidak terletak pada variasi menu makanan, rasa atau<br />
banyaknya makanan yang tersedia. Namun lebih pada saat berlangsungnya<br />
proses makan itu sendiri. Cara menyantap dan menikmati sensasi di<br />
seluruh raga dan rasa, menghadirkan perasaan puncak yang tak<br />
tertandingi. Bahkan, oleh harga makanan maupun rasa kenyang.<br />
Demikianlah kira-kira keadaan ini beranalogi dengan bahagia.</p>
<p>Kebahagiaan dapat mempengaruhi lingkungan. Pernahkah kita yang sedang<br />
tidak lapar tiba-tiba tergiur untuk menikmati makanan yang tengah<br />
disantap seseorang di dekat kita? Sebabnya bukan karena kita tahu<br />
makanan itu enak atau mengenyangkan, tapi orang yang sedang makan itu<br />
tampak sangat menikmati. Rasa kenyang seseorang tidak dapat dinikmati<br />
orang lain. Namun kenikmatan yang tertangkap pada orang yang<br />
bersantap menggugah orang-orang di sekelilingnya.</p>
<p>Meraih Bahagia</p>
<p>Cara berbahagia adalah upaya meraih kebahagiaan. Bahagia berarti<br />
mencapai kesejahteraan psikis pada setiap kondisi dan situasi. Hidup<br />
tidak hanya hitam dan putih, namun dipenuhi beragam warna. Berbagai<br />
situasi dan kondisi hidup, entah itu senang, susah, biasa-biasa,<br />
rutin, monoton, semua harus bisa dan berani dihadapi. Berpijak pada<br />
uraian-uraian sebelumnya, paradigma, dan pemahaman bahagia, merupakan<br />
langkah untuk memiliki bahagia.</p>
<p>Pertama, bahagia bukan tujuan, tapi proses. Adalah sia-sia jika<br />
seseorang menempatkan bahagia di ujung harapan, lalu berangan<br />
menggapainya. Upaya ini rentan mendekatkan manusia pada kondisi<br />
depresi. Bahagia ada di dalam proses hidup, apa pun tujuan kepuasan<br />
yang ingin dicapai. Dengan menikmati setiap gulir waktu, peristiwa,<br />
persoalan, pemecahan masalah, maka bahagia dengan sendirinya telah<br />
dimiliki. Pada saat orang mampu memberi makna positif pada setiap<br />
detail kehidupannya, maka ia memiliki bahagia. Makna positif itu<br />
adalah membiarkan seluruh diri melebur di dalam waktu. Melepaskan<br />
kecemasan dan ketakutan, membebaskan pikiran dari upaya-upaya<br />
pembelaan diri yang kaku. Merasakan denyut nadi, detak jantung, dan<br />
aliran darah, secara alamiah, hingga melonggarkan manusia dari pola-<br />
pola tidak sehat. Menyerahkan jiwa sepenuhnya pada proses kehidupan<br />
yang tengah bergulir atau dengan kata lain pasrah.</p>
<p>Kedua, bahagia memiliki kekuatan resonansi. Kebahagiaan yang dimiliki<br />
seseorang akan dapat menggetarkan sekelilingnya, sehingga orang lain<br />
turut merasakannya dan memiliki bahagia. Cara kita menikmati proses<br />
demi proses kehidupan adalah inspirasi bagi orang lain. Berbuat<br />
sesuatu yang inspiratif seharusnya jauh dari perbuatan buruk,<br />
melanggar norma ataupun merugikan orang lain. Menginspirasikan nilai<br />
hidup positif bagi orang lain adalah kebahagiaan. Apabila kebahagiaan<br />
seseorang menimbulkan prasangka buruk di dalam lingkungannya tentu<br />
saja nilai kepuasan akan hilang. Namun proses yang dibiarkan mengalir<br />
didasari niat tulus dan jiwa tenang beralaskan prinsip adalah bahagia<br />
yang menetap, waktulah yang bertugas menjawabnya.</p>
<p>Ketiga, keadaan bahagia bukannya tanpa kesulitan hidup. Keliru besar<br />
jika seseorang ingin memiliki bahagia dengan cara menjauhi masalah-<br />
masalah kehidupan. Justru kebahagiaan menyusup, ketika dengan berani,<br />
pribadi matang, pengendalian diri, dan dengan bijak, orang menghadapi<br />
persoalan hidup. Barangkali ada yang bertanya, bagaimana mungkin saya<br />
berbahagia pada saat orang yang sangat saya kasihi pergi meninggalkan<br />
saya untuk selama-lamanya? Kenapa tidak mungkin? Ketika Anda<br />
menangis, bersedih, meratap, pasti Anda tahu bahwa ada kondisi<br />
kebalikannya. Menyadari betapa beruntungnya Anda pernah memiliki saat-<br />
saat indah bersamanya, merupakan proses bahwa Anda bahagia memiliki<br />
semua, baik di saat senang maupun saat susah.</p>
<p>Keempat, materi bukan ukuran kebahagiaan. Jika bahagia semata materi,<br />
maka depresi pun mengintai jiwa manusia. Orang akan terjebak pada<br />
lingkaran puas-tidak puas. Bahagia adalah perasaan cinta yang<br />
dibiasakan dan dipilih setiap orang, sehingga mencari cara untuk<br />
berbahagia dengan memiliki seluruh dunia adalah sia-sia. Bahagia<br />
bukan hal yang relatif, namun adalah karakter yang dibangun dari<br />
kebiasaan orang dalam proses mengisi hidup agar sungguh-sungguh<br />
bermakna. Menikmati hidup dengan tidak memusatkannya pada situasi dan<br />
kondisi yang baik atau buruk. Setiap orang bebas memilih untuk mau<br />
berbahagia atau tidak. Apabila orang sungguh-sungguh ingin berbahagia<br />
maka ia tahu bahagia sudah dimilikinya. (Rinny S-SuaraPemb)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ipaku.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ipaku.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=34&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/23/cara-berbahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pilihan Hidup</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/pilihan-hidup/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/pilihan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 07:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metode Mengajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/pilihan-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, &#8220; Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!&#8221; Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=33&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang<br />
baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya<br />
kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, &#8220;<br />
Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!&#8221;<span id="more-33"></span></p>
<p>Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka<br />
dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan<br />
mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena<br />
sikapnya.</p>
<p>Jerry adalah seorang motivator alami. jika karyawannya sedang mengalami hari<br />
yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana<br />
melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.</p>
<p>Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku<br />
temui Jerry dan bertanya padanya, &#8220;Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang<br />
menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu.</p>
<p>Bagaimana kamu dapat melakukannya?&#8221; Jerry menjawab, &#8220;Tiap pagi aku bangun dan<br />
berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada<br />
di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu<br />
memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih<br />
untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih<br />
belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat<br />
memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya..<br />
Aku selalu memilih sisi positifnya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tetapi tidak selalu semudah itu,&#8221; protesku. &#8220;Ya, memang begitu,&#8221; kata Jerry,<br />
&#8220;Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan<br />
adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan.<br />
Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu.<br />
Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu,<br />
bagaimana kamu hidup.&#8221;</p>
<p>Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah<br />
terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak<br />
terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba<br />
membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor<br />
kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan<br />
dan segera dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry<br />
dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di<br />
dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.</p>
<p>Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, &#8220;Jika aku dapat yang<br />
lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?&#8221;<br />
Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang<br />
dia pikirkan saat terjadinya perampokan.</p>
<p>&#8220;Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci<br />
pintu belakang,&#8221; jawab Jerry. &#8220;Kemudian setelah mereka menembak dan aku<br />
tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih<br />
untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apakah kamu tidak takut?&#8221; tanyaku. Jerry melanjutkan, &#8221; Para ahli medisnya<br />
hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku<br />
ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku<br />
jadi takut. Mata mereka berkata &#8216;Orang ini akan mati&#8217;. Aku tahu aku harus<br />
mengambil tindakan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang kamu lakukan?&#8221; tanya saya. &#8220;Disana ada suster gemuk yang bertanya<br />
padaku,&#8221; kata Jerry. &#8220;Dia bertanya apakah aku punya alergi. &#8216;Ya&#8217; jawabku..</p>
<p>Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku<br />
menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, &#8216;Peluru!&#8217; Ditengah tertawa mereka aku<br />
katakan, &#8216; Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup,<br />
bukan orang mati&#8217;.&#8221;</p>
<p>Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya<br />
hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat<br />
memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya.</p>
<p>Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain<br />
adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal<br />
dalam hidup akan jadi lebih mudah.</p>
<p>Sekarang kamu punya dua pilihan:<br />
1. Kamu dapat menutup mail ini, atau<br />
2. Kamu meneruskannya ke seseorang yang kamu kasihi.</p>
<p>Aku berharap kamu memilih #2, karena aku telah melakukannya.</p>
<p>Sumber:  http://groups.yahoo.com/group/Motivasi_Net/message/400</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ipaku.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ipaku.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=33&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/pilihan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maafkan salahku, Ibu&#8230;.</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/maafkan-salahku-ibu/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/maafkan-salahku-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 07:14:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/maafkan-salahku-ibu/</guid>
		<description><![CDATA[Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa keburukan pula. Kali ini izinkan saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=32&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hukum kekekalan energi dan semua agama menjelaskan bahwa apa pun yang<br />
kita lakukan pasti akan dibalas sempurna kepada kita. Apabila kita<br />
melakukan energi positif atau kebaikan maka kita akan mendapat<br />
balasan berupa kebaikan pula. Begitu pula bila kita melakukan energi<br />
negatif atau keburukan maka kitapun akan mendapat balasan berupa<br />
keburukan pula. Kali ini izinkan saya menceritakan sebuah pengalaman<br />
pribadi yang terjadi pada 2003.</p>
<p><span id="more-32"></span>Pada September-Oktober 2003 isteri saya terbaring di salah satu rumah<br />
sakit di Jakarta . Sudah tiga pekan para dokter belum mampu<br />
mendeteksi penyakit yang diidapnya. Dia sedang hamil 8 bulan.<br />
Panasnya sangat tinggi. Bahkan sudah satu pekan isteri saya telah<br />
terbujur di ruang ICU. Sekujur tubuhnya ditempeli kabel-kabel yang<br />
tersambung ke sebuah layar monitor.</p>
<p>Suatu pagi saya dipanggil oleh dokter yang merawat isteri saya.<br />
Dokter berkata, &#8220;Pak Jamil, kami mohon izin untuk mengganti obat ibu&#8221;.</p>
<p>Saya pun menjawab &#8220;Mengapa dokter meminta izin saya? Bukankan setiap<br />
pagi saya membeli berbagai macam obat di apotek dokter tidak meminta<br />
izin saya&#8221;</p>
<p>Dokter itu menjawab &#8220;Karena obat yang ini mahal Pak Jamil.&#8221;</p>
<p>&#8220;Memang harganya berapa dok?&#8221; Tanya saya.</p>
<p>Dokter itu dengan mantap menjawab &#8220;Dua belas juta rupiah sekali<br />
suntik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Haahh 12 juta rupiah Dok, lantas sehari berapa kali suntik, dok?&#8221;</p>
<p>Dokter itu menjawab, &#8220;Sehari tiga kali suntik pak Jamil.&#8221;</p>
<p>Setelah menarik napas panjang saya berkata, &#8220;Berarti satu hari tiga<br />
puluh enam juta, Dok?&#8221; Saat itu butiran air bening mengalir di pipi.<br />
Dengan suara bergetar saya berkata, &#8220;Dokter tolong usahakan sekali<br />
lagi mencari penyakit isteriku, sementara saya akan berdoa kepada<br />
Yang Maha Kuasa agar penyakit istri saya segera ditemukan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pak Jamil kami sudah berusaha semampu kami bahkan kami telah meminta<br />
bantuan berbagai laboratorium dan penyakit istri Bapak tidak bisa<br />
kami deteksi secara tepat, kami harus sangat hati-hati memberi obat<br />
karena istri Bapak juga sedang hamil 8 bulan, baiklah kami akan coba<br />
satu kali lagi tapi kalau tidak ditemukan kami harus mengganti<br />
obatnya, Ppak.&#8221; jawab dokter.</p>
<p>Setelah percakapan itu usai, saya pergi menuju mushola kecil dekat<br />
ruang ICU. Saya melakukan sembahyang dan saya berdoa, &#8220;Ya Allah Ya<br />
Tuhanku&#8230; aku mengerti bahwa Engkau pasti akan menguji semua hamba-<br />
Mu, akupun mengerti bahwa setiap kebaikan yang aku lakukan pasti akan<br />
Engkau balas dan akupun mengerti bahwa setiap keburukan yang pernah<br />
aku lakukan juga akan Engkau balas. Ya Tuhanku&#8230; gerangan keburukan<br />
apa yang pernah aku lakukan sehingga Engkau uji aku dengan sakit<br />
isteriku yang berkepanjangan, tabunganku telah terkuras, tenaga dan<br />
pikiranku begitu lelah. Berikan aku petunjuk Ya Tuhanku. Engkau Maha<br />
Tahu bahkan Engkau mengetahui setiap guratan urat di leher nyamuk.<br />
Dan Engkaupun mengetahui hal yang kecil dari itu. Aku pasrah kepada<br />
Mu Ya Tuhanku. Sembuhkanlah istriku. Bagimu amat mudah menyembuhkan<br />
istriku, semudah Engkau mengatur milyaran planet di jagat raya ini.&#8221;</p>
<p>Ketika saya sedang berdoa itu tiba-tiba terbersit dalam ingatan akan<br />
kejadian puluhan tahun yang lalu. Ketika itu, saya hidup dalam<br />
keluarga yang miskin papa. Sudah tiga bulan saya belum membayar biaya<br />
sekolah yang hanya Rp. 25 per bulan. Akhirnya saya memberanikan diri<br />
mencuri uang ibu saya yang hanya Rp. 125. Saya ambil uang itu, Rp 75<br />
saya gunakan untuk mebayar SPP, sisanya saya gunakan untuk jajan.</p>
<p>Ketika ibu saya tahu bahwa uangnya hilang ia menangis sambil terbata<br />
berkata, &#8220;Pokoknya yang ngambil uangku kualat&#8230; yang ngambil uangku<br />
kualat&#8230;&#8221; Uang itu sebenarnya akan digunakan membayar hutang oleh<br />
ibuku. Melihat hal itu saya hanya terdiam dan tak berani mengaku<br />
bahwa sayalah yang mengambil uang itu.</p>
<p>Usai berdoa saya merenung, &#8220;Jangan-jangan inilah hukum alam dan<br />
ketentuan Yang Maha Kuasa bahwa bila saya berbuat keburukan maka saya<br />
akan memperoleh keburukan. Dan keburukan yang saya terima adalah<br />
penyakit isteri saya ini karena saya pernah menyakiti ibu saya dengan<br />
mengambil uang yang ia miliki itu.&#8221;</p>
<p>Setelah menarik nafas panjang saya tekan nomor telepon rumah dimana<br />
ibu saya ada di rumah menemani tiga buah hati saya. Setelah salam dan<br />
menanyakan kondisi anak-anak di rumah, maka saya bertanya kepada ibu<br />
saya &#8220;Bu, apakah ibu ingat ketika ibu kehilangan uang sebayak seratus<br />
dua puluh lima rupiah beberapa puluh tahun yang lalu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Sampai kapanpun ibu ingat Mil. Kualat yang ngambil duit itu Mil,<br />
duit itu sangat ibu perlukan untuk membayar hutang, kok ya tega-<br />
teganya ada yang ngambil,&#8221; jawab ibu saya dari balik telepon.<br />
Mendengar jawaban itu saya menutup mata perlahan, butiran air mata<br />
mengalir di pipi.</p>
<p>Sambil terbata saya berkata, &#8220;Ibu, maafkan saya&#8230; yang ngambil uang<br />
itu saya, bu&#8230; saya minta maaf sama ibu. Saya minta maaaaf&#8230; saat<br />
nanti ketemu saya akan sungkem sama ibu, saya jahat telah tega sama<br />
ibu.&#8221; Suasana hening sejenak. Tidak berapa lama kemudian dari balik<br />
telepon saya dengar ibu saya berkata: &#8220;Ya Tuhan, pernyataanku aku<br />
cabut, yang ngambil uangku tidak kualat, aku maafkan dia. Ternyata<br />
yang ngambil adalah anak laki-lakiku. Jamil kamu nggak usah pikirin<br />
dan doakan saja isterimu agar cepat sembuh.&#8221; Setelah memastikan bahwa<br />
ibu saya telah memaafkan saya, maka saya akhiri percakapan dengan<br />
memohon doa darinya.</p>
<p>Kurang lebih pukul 12.45 saya dipanggil dokter, setibanya di ruangan<br />
sambil mengulurkan tangan kepada saya sang dokter berkata &#8220;Selamat<br />
pak, penyakit isteri bapak sudah ditemukan, infeksi pankreas. Ibu<br />
telah kami obati dan panasnya telah turun, setelah ini kami akan<br />
operasi untuk mengeluarkan bayi dari perut ibu.&#8221; Bulu kuduk saya<br />
merinding mendengarnya, sambil menjabat erat tangan sang dokter saya<br />
berkata. &#8220;Terima kasih dokter, semoga Tuhan membalas semua kebaikan<br />
dokter.&#8221;</p>
<p>Saya meninggalkan ruangan dokter itu&#8230;. dengan berbisik pada diri<br />
sendiri &#8220;Ibu, I miss you so much.&#8221;</p>
<p>Dikutip dari Jamil Azzaini, Senior Trainer dan penulis buku Kubik<br />
Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.</p>
<p>Diambil dari  http://groups.yahoo.com/group/Motivasi_Net/message/401</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ipaku.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ipaku.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=32&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/maafkan-salahku-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lanjutan bahagia&#8230;..</title>
		<link>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/lanjutan-bahagia/</link>
		<comments>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/lanjutan-bahagia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 07:00:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ipaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/lanjutan-bahagia/</guid>
		<description><![CDATA[dah lama gak posting nih&#8230;maklum pikiran ini kadang masih mblep-mblep dalam menulis. Akan saya lanjutkan obrolan mengenai bahagia. Para filsuf dan ahli agama membagi bahagia dalam dua kelompok besar, yakni apa yang disebut &#8220;bahagia sementara&#8221; dan bahagia hakikat. Bahagia sementara ditempatkan sebagai bahagia yang bersifat lahiriah. Sedang bahagia hakikat lebih mendalam yang tersimpan dan melekat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=31&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dah lama gak posting nih&#8230;maklum pikiran ini kadang masih mblep-mblep dalam menulis.</p>
<p>Akan  saya lanjutkan obrolan mengenai bahagia.</p>
<p>Para filsuf dan ahli agama membagi bahagia dalam dua kelompok besar, yakni apa yang disebut &#8220;bahagia sementara&#8221; dan bahagia hakikat. Bahagia sementara ditempatkan sebagai bahagia yang bersifat lahiriah. Sedang bahagia hakikat lebih mendalam yang tersimpan dan melekat di sanubari. Bahagia tidak memiliki ujung, karena bertahan dalam kesementaraan waktu dan tempat. dimensi kebahagiaan ini akan hilang manakala telah mencapai titik jenuh. seorang yang haus ketika dalam perjalanan akan menemukan kebahagiaan ketika mendapati seteguk air, dan mulai merasakan turunnya perasaan bahagia manakala hausnya sudah hilang. <span id="more-31"></span>Seorang akan bahagia memiliki mobil, namun kebahagiaan itu akan sirna manakala melihat mobil yang baru, atau mobilnya mengalami mogok. Sementara kebahagiaan yang hakiki meimiliki rentang waktu yang lama dan dimensi tempatyang lebih luas bahkan mendekati pada &#8220;suprabahagia&#8221; untuk tidak mengatakan kebahagiaan Abadi. Kebahagiaan yang seperti ini tidak didapati oleh orang-orang yang mengikatkan diri pada duatu yang bersifat materi. karena sifat bahagia yang sperti ini bersifat batini. Al-Ghazali misalnya menyebut kebahagiaan yang abadi adalah ketika mampu mengingat ALLAH dan Ma&#8217;rifat kepadaNya. Ini didapatkan oleh orang-orang yang justru menanggalkan kebahagiaan material. Kita bisa dapatkan pada manusia-manusia yang mencoba mendekat kepada Tuhan. Bagaimana Bilal tetap tersenyum meski disuruh telanjang di padang pasir dengan ditindih batu meski pada saat itu Matahari sedang teriknya. Kita bisa dapatkan dari Al-Halaj yang tetap tersenyum manakala dijatuhi hukuman gantung karena mempertahankan Ma&#8217;rifat kepada Allah. Namun nampaknya manusia modern saat ini lebih sering menuju pada kebahagiaan sementara dan mengecilkan ranah bahagia hakikat. Kalau hal ini yang ditekankan dalam hidup, percayalah kita akan mendapati &#8220;turbulensi kehidupan&#8221; yang nantinya akan melahirkan tekanan, stress dan keterasingan dalam kehdiupan dan diri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ipaku.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ipaku.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ipaku.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ipaku.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ipaku.wordpress.com&amp;blog=1794754&amp;post=31&amp;subd=ipaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ipaku.wordpress.com/2008/01/22/lanjutan-bahagia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0e87de925d3ac9dfe1bd0296b1bc8ea6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ipaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
